Showing posts with label Khutbah Jum'at. Show all posts
Showing posts with label Khutbah Jum'at. Show all posts

KHUTBAH JUM'AT: JIHAD SANTRI JAYAKAN NEGERI

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

 

JIHAD SANTRI JAYAKAN NEGERI

 

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْوِفَاقِ، وَرَفَعَ قَدْرَ أَصْفِيَائِهِ فِيْ الْأَفَاقِ، وَطَيَّبَ أَسْرَارَ الْقَاصِدِيْنَ بِطِيْبِ ثَنَائِهِ فِيْ الدِّيْنِ وَفَاقَ، وَسَقَى أَرْبَابَ مُعَامَلَاتِهِ مِنْ لَذِيْذِ مُنَاجَتِهِ شَرَابًا عَذْبَ الْمَذَاقِ، فَأَقْبَلُوْا لِطَلَبِ مَرَاضِيْهِ عَلَى أَقْدَامِ السَّبَاقِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ السَّبَاقِ، صَلَاةً وَسَلَامًا اِلَى يَوْمِ التَّلَاقِ أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً صَفَا مَوْرِدُهَا وَرَاقَ، نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاَةَ مِنْ نَارٍ شَدِيْدَةِ الْإِحْرَاقِ، وَأَنْ يَهُوْنَ بِهَا عَلَيْنَا كُرْبُ السِّيَاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفُ الْخَلْقِ عَلَى الْاِطْلَاقِ، اَلَّذِيْ أُسْرِيَ بِهِ عَلَى الْبُرَاقِ، حَتَّى جَاوَزَ السَّبْعَ الطِبَاقَ

أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَقَالَ أَيْضًا: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

 

Hadirin jamaah Jumah rahimakumullah,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak kepada kita untuk terus bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang begitu banyaknya, sehingga pada saat ini kita dapat mentaati perintah-Nya untuk menunaikan kewajiban shalat Jum’at di masjid yang penuh berkah ini. Dengan nikmat kesehatan, kaki kita dapat melangkah menuju masjid. Dan dengan nikmat keimanan, hati kita bertekad menunaikan perintah Allah SWT.

Nikmat dapat menjalankan agama inilah nikmat yang terbesar, sebab tidak semua orang mendapatkan taufiq dari Allah menjadi hamba-Nya yang taat. Maka pada kesempatan ini, marilah kita mensyukurinya dengan ikrar bil lisan ”alhamdulillahi rabbil alamin”, disertai upaya untuk terus meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT, dengan cara:

امْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيْهِ سِرًّا وَعَلَانِيَّةً ظَاهِرًا وَبَاطِنًا 

Melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam keadaan sepi maupun ramai, lahir dan juga batin.

Di samping itu pula, marilah kita senantiasa mengikuti jejak langkah Rasulullah Muhammad SAW dengan mentaati sunnah-sunnahnya, menjalankan ajaran-ajarannya, dan meneruskan perjuangannya menegakkan agama ini hingga maut menghentikan kita. Amin.

 

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pada momentum peringatan Hari Santri dua hari lagi, dalam kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan khutbah dengan tema ”Jihad Santri Jayakan Negeri”.

Santri merupakan bagian penting dari masyarakat Indonesia. Dalam perjalanannya, santri telah lama berperan dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan bangsa. Sejatinya Jihad santri dalam perspektif historis dapat dimaknai sebagai perjuangan santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Pada masa penjajahan, banyak santri yang ikut serta dalam perjuangan melawan penjajah. Mereka berjuang dengan berbagai cara, mulai dari perang gerilya, perang terbuka, hingga perang diplomasi. Salah satu contoh perjuangan santri dalam melawan penjajah adalah peristiwa Perang Diponegoro. Dalam perang ini, banyak santri yang ikut serta dalam pasukan Diponegoro untuk melawan Belanda.

 

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Perjuangan santri juga terekam oleh sejarah saat Sekutu ingin kembali menjajah Indonesia yang baru mendeklarasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Untuk mempertahankan kemerdekaan, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari mencetuskan Fatwa Resolusi Jihad yang diilhami keyakinan hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman).

Dalam resolusi Jihad tersebut ditegaskan bahwa berjuang mengusir penjajah hukumnya  fardlu ’ain (kewajiban individual) bagi setiap umat Islam dalam radius 94 kilometer dari ”tempat masuk dan kedudukan musuh”. Dan di luar radius itu sebagai fardlu kifayah (boleh diwakili sebagian warga saja). 

Mendapatkan fatwa ini, sebagai seorang santri yang patuh pada kiai, serentak bersama warga NU di Surabaya dan sekitarnya turun bersama warga lainnya. Para santri melawan tentara Sekutu mulai 25 Oktober 1945, berujung ribuan pejuang syahid mengorbankan nyawa mempertahankan Surabaya, yang memuncak pada perang 10 November 1945.

Sejatinya, para santri sejak awal menyadari bahwa nyawa mereka diserahkan sepenuhnya kepada Allah swt untuk cita-cita mulia menyelamatkan negara. Selain itu, para santri juga berperan penting dalam perumusan dasar negara Indonesia. Banyak tokoh santri yang terlibat dalam perumusan Pancasila, UUD 1945, dan pembentukan konstitusi Indonesia. Dengan demikian, kiprah santri di masa lalu begitu besar dalam membentuk Indonesia merdeka dan berdaulat. 

 

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kemudian pertanyaannya, bagaimana jihad santri dalam perspektif kontekstual dalam membangun kejayaan negeri? Sejatinya, jihad santri sampai hari ini tidak pernah mati ataupun tertutup. Pada masa kini, santri memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Santri dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi negeri. Santri dapat berperan aktif melalui jihad dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan industri.

Jihad adalah upaya untuk mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Jihad tidak hanya terbatas pada perjuangan fisik, tetapi juga mencakup perjuangan non-fisik, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Sejatinya,  jihad di masa kini menghadapi tantangan yang lebih besar, seperti kemiskinan, kebodohan, dan penindasan. Jihad di bidang-bidang ini adalah cara untuk memperbaiki kondisi umat Islam dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.  

Allah menyebutkan dalam al-Qur’an bahwa makna jihad tidak hanya sebatas berperang dan angkat senjata,  lebih dari itu jihad adalah berbuat baik dan berperang melawan diri sendiri. Allah berfirman:

 وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ  وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَحْسَنَ الَّذِيْ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ.

“Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (Q.S Al-Ankabut: 8-9)

 

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Profesor Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, menjelaskan makna jihad yang dimaksud dalam ayat ini bukan dengan mengangkat senjata. Pasalnya ayat ini turun pada periode Makkah—sebelum Nabi Muhammad hijrah—, dan izin atau perintah untuk berperang dan mengangkat senjata baru diizinkan setelah nabi hijrah (periode Madinah).

Ayat ini lebih menekankan perintah atau mendorong untuk beramal saleh. Maka, Allah menegaskan, barang siapa berjihad, yakni mencurahkan kemampuannya untuk melaksanakan amal saleh hingga ia bagaikan berlomba dalam kebajikan, maka sesungguhnya manfaat dan kebaikan jihadnya untuk diri sendiri.

Dengan demikian, jihad era modern ini, tidak sebatas peperangan. Untuk itu, santri dapat berjihad untuk negeri dengan berbagai cara, seperti meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai guna mencetak generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia.

Selanjutnya, jihad santri era modern juga bisa dilakukan dengan memberdayakan ekonomi umat. Sejatinya, memberdayakan ekonomi umat merupakan bentuk jihad santri untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam. Santri dapat mengembangkan usaha ekonomi produktif, baik secara individu maupun kelompok. Usaha ini dapat berupa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, atau usaha lainnya seperti menyediakan pelatihan dan pendampingan usaha kepada masyarakat, terutama masyarakat yang kurang beruntung.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam berwirausaha. Lebih dari itu, bentuk jihad santri era modern adalah kampanye lingkungan hijau. Sejatinya, kampanye lingkungan hijau merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kampanye ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti sosialisasi, edukasi, dan aksi nyata.

 

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Sejatinya, santri memiliki peran penting dalam kampanye lingkungan hijau. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Terakhir,  perjuangan ini tidak hanya dilakukan di masa lalu, tetapi juga di masa kini. Santri memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa dan dapat berkontribusi dalam berbagai bidang.

Sebagai penutup khutbah ini, kita berdoa kepada Allah SWT, semoga kita digolongkan sebagai hamba-Nya yang mencintai negeri ini, sebagai tempat sujud dan ibadah kita yang aman dan damai dalam naungan ampunan dan ridha Allah SWT. Amin.

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Mewaspadai Pintu Masuk Setan

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Hadirin Jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah.
Marilah pada kesempatan jumat ini, kita kembali berupaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Takwa yang terlahir dari pemahaman yang benar dan ketundukan yang ikhlas, sehingga setiap kewajiban yang dilakukan dan setiap larangan yang ditinggalkan tidaklah dilakukan kecuali semakin menguatkan dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah serta melahirkan nilai-nilai mulia dalam kehidupan. Suatu perbutan dan amal kebajikan yang terlahir dari ketakwaan akan memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan.

Hadirin yang dimuliakan Allah.
Sesungguhnya setiap detik dari hidup kita, setiap hembusan nafas, setiap pikiran yang yang tersirat, setiap amal perbuatan yang kita kerjakan, tidak  akan pernah lepas dari upaya setan untuk menggoda, menyesatkan, menyelewengkan dari tujuan yang benar dan menggiring kepada dosa dan maksiat.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Tujuh Golongan yang Dinaungi Allah di Hari Akhir

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Ma’syiral Muslimin Rahimakumullah 
Marilah kita semua meningkatkan kwalitas ketaqaan kita dengan semakin merasa takut melanggar segala larangan-Nya dan mentaati berbagai perintah-Nya. Hanya taqwalah yang mampu menghantarkan kita kepada kesuksesan mengarungi kehidupan dunia dan akhirat. Terlebih di akhirat nanti, ketika seluruh manusia mengalami ketakutan dan kecemasan menghadapi hari pembalasan, Allah memberikan naungan pengamanan kepada 7 golongan manusia, dimana tidak ada naungan pada hari itu selain naungan Allah.
 سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
Maa’syiral Muslim Rahimakumullah
Pertama, dari ketujuh golongan itu adalah امام عادل   imamun adilun.  Pemimpin yang adil. Pemimpin memiliki pengaruh yang besar. Keputusannya mempengaruhi kehidupan masyarakat dan negaranya, dimana kesalahan dalam pengambilan keputusan akan membawa musibah; sedangkan kebenarannya akan membawa rahmah. Keadilan bukanlah perkara yang susah karena sesungguhnya keadilan selalu hadir di dalam hati yang paling dalam. Hanya saja manusia sering mengabaikannya, atau pura-pura tidak mendengarkan bila nurani berbicara.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Ujian Bagi Seorang Mukmin

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia
Marilah dalam kesempatan ini kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yaitu melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang telah menjadi larangan-Nya, kapanpun dan dimanapun. Dan marilah kita senantiasa menyadarkan dalam diri kita bahwa Allah SWT mengetahui semua yang disembunyikan maupun yang dinampakkan oleh hamba-hamba-Nya. Dan yakinlah bahwa Allah Swt Maha Mendengar, Maha Bijaksana sekaligus sebagai tempat mengadu, berharap dan meminta serta tempat dikembalikannya semua persoalan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Tugas dan Tanggung Jawab Manusia di Dunia

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Sidang Jum’ah Rahimakumullah,
Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita memanjatkan rasa syukur kita ke hadirat Allah SWT dengan meningkatkan iman dan takwa kita kepada-Nya. Kita terus berusaha dan berharap semoga bisa menjadi hamba Allah yang dapat melaksanakan segala perintah Allah, baik perintah untuk beribadah kepada-Nya maupun perintah untuk memenuhi amanah kita sebagai khalifah di muka bumi ini. Di samping itu, semoga kita dapat pula menghindari segala larangan Allah, baik larangan bermaksiat kepada-Nya maupun larangan berbuat kezhaliman kepada makhluk-makhluk-Nya sebagai bentuk ketakwaan yang sebenar-benarnya. Amin.

Jama’ah Jum’ah yang berbahagia,
Menjadi mukmin tangguh yang rajin beribadah dan tidak mudah tergelincir oleh godaan setan dan nafsu memang sesuatu yang berat sekali. Apalagi di zaman sekarang ini, dimana berbagai macam kesenangan dunia sangat mudah kita dapatkan. Bahkan tanpa dicari pun, kenikmatan-kenikmatan duniawi itu terus-terusan datang menghampiri kita dalam berbagai bentuknya.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Rizki Manusia Sudah Diatur Allah SWT

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Hadirin Jama'ah Jum'ah yang Berbahagia
Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita terus berupaya sekuat tenaga meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangannya, dan hendaknya kita meyakini sepenuhnya bahwa urusan kita di dunia ini sudah ditetapkan atau ditakdirkan oleh Allah.
Dengan meyakini takdir sebagai salah satu rukun iman serta menjadikannya pegangan dalam menapaki kehidupan di dunia ini, insya Allah, kita akan mendapatkan ketenangan dan ketenteraman dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Jama'ah yang Dirahmati Allah
Salah satu takdir yang telah ditetapkan oleh Allah adalah takdir rizki. Untuk memahami konsep rizki, marilah kita simak kisah yang penuh hikmah mengenai dialog Nabi Sulaiman dengan seekor semut.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Berlomba dalam Kebajikan

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Hadirin, jama’ah sholat jum’at yang dimuliakan Allah SWT.
Mengawali khutbah ini, marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat dan anugerah-Nya, sehingga saat ini kita dapat menunaikan kewajiban kita sebagai kaum muslimin, yaitu menunaikan jama’ah sholat jum’at di masjid yang mulia ini.
Selanjutnya, saya berpesan kepada kita semuanya, marilah kita terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan mengimpletasikannya melalui kesungguhan kita dalam melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya, serta terus berusaha berlomba-lomba dalam melakukan kebajikan dan kesalehan. Dengan begitu, hidup kita ini akan terasa lebih bermakna dan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan hidup, sehingga kebahagiaan di dunia dan akhirat dapat kita raih. Amin.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Fase Kehidupan Dunia yang Sementara

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT,
Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT dengan senantiasa meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi, meninggalkan segala larangan-Nya. Semua bentuk ketakwaan itu pada dasarnya adalah untuk kebaikan kita sendiri. Jika kita hidup sesuai aturan Dzat yang membuat hidup, insya Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Oleh karenanya, mari kita perhatikan penjelasan al-Qur’an tentang hakikat kehidupan di dunia ini. Dalam Qs. al-Hadid ayat 20, Allah menjelaskan:
اِعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak.”
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hidup Kaya Menurut Islam

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Kaum Muslimin, jamaah shalat Jum’at yang berbahagia
Mengawali khutbah pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita senantiasa memperteguh keimanan dan meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Swt. Hanya dengan iman dan takwa, kita akan mendapatkan keridlaan dari Allah Swt.
فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى وَقَدْ خَابَ مَنْ طَغَى
“Sungguh beruntunglah orang yang bertakwa dan sungguh merugilah orang yang melampaui batas.”

Sidang Jum’at yang dirahmati Allah
Suatu waktu Nabi Muhammad Saw pernah memprediksi bahwa di akhir jaman, musuh-musuh Islam tidak lagi takut kepada umat Islam. Seorang sahabat bertanya, apakah itu disebabkan umat Islam sedikit? Nabi pun menegaskan, bahwa saat itu umat Islam dalam jumlah yang banyak. Namun banyaknya jumlah tersebut ibarat buih di lautan. Mudah terbawa dan terombang-ambing oleh deru ombak dan badai. Selain itu, ketidaktakutan musuh-musuh Islam juga disebabkan umat Islam sudah dijangkiti penyakit yang bernama Al-Wahnu, yakni cinta terhadap dunia secara berlebihan.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Shalat sebagai Tanda Keimanan

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Kaum Muslimin, Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah,
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak kepada kita semua untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah SWT, yaitu melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, serta dengan memperbanyak amal ibadah kita. Sebab taqwa adalah satu-satunya bekal yang dapat kita bawa untuk menghadap Allah Rabbul Jalil. Allah SWT berpesan:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
“Dan berbekallah kalian, karena sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang menggunakan akalnya.” (Qs. al-Baqarah: 197)
Jam’ah Jum’ah Rahimakumullah,
Dalam kesempatan yang mulia ini, mari kita perhatikan firman Allah dalam al-Qur’an surat al-A’la ayat 14-17:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Mutiara Hikmah Nasihat Abu Bakar Ash-Shiddiq

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم



Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita bersama-sama menguatkan hati dan bertekad meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, karena sesungguhnya hanya taqwalah yang dapat menghantarkan kita menuju ridha-Nya. Bagaimana makhluk seperti kita ini masih menyombongkan diri, padahal sebenarnya kita ini makhluk yang sangat kecil bila dibandingkan dengan kemahabesaran Allah. Kita ini makhluk yang sangat lemah bila dibandingkan dengan kemahakuasaan Allah. Dan kita ini makhluk yang sangat hina bila dibandingkan dengan kemahamuliaan Allah.
Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT menjadikan waktu sebagai ruang bagi manusia untuk menanam berbagai kebaikan sebagai bekal di hari mendatang. Maka apabila waktu terus berganti, itu pertanda semakin menipis kesempatan diri menikmati indahnya dunia. Haruslah segera kita ingat, bahwa yang kekal adalah hari akhirat. Hari keadilan yang membahagiakan bagi mereka yang telah mempersiapkan diri dan menyedihkan bagi mereka yang lupa diri.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Meraih Kebahagiaan dengan Meningkatkan Kualitas Iman dan Taqwa

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmatNya yang dilimpahkan kepada kita, sehingga kita dapat beribadah mengabdi kepadaNya setiap waktu demi menggapai ridlaNya.
Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus menerus berusaha meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah SWT; taqwa dalam arti yang sebenar-benarnya. Modal taqwa dalam kehidupan kita sangatlah penting. Sebab taqwa merupakan kendali hati kita. Tanpa adanya sikap taqwa kepada Allah SWT, maka hati kita akan mudah terlena untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar.
Kita tidak akan mengetahui mana jalan yang benar dan yang salah, sehingga jurang kekejian pun akan kita masuki. Ketahuilah bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia di hadapan Allah SWT, kecuali mereka yang bertaqwa. Dan alangkah bahagianya orang-orang yang tergolong dan berpredikat muttaqin.Sebab kelak akan mendapatkan tempat dan maqam yang sangat mulia dan akan meraih kabahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat pada sisi Allah Rabbul alamin.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Belajar Mencintai Akhirat Melalui Shalat Jum'at

No comments:
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah,
Marilah kita terus berupaya meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, yang telah menganugerahkan berbagai nikmat-Nya kepada kita, berupa nikmat iman, Islam, kesehatan lahir maupun batin sehingga pada saat ini kita dapat hadir di masjid ini untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yakni dengan menjalankan shalat Jum’at berjama’ah di masjid yang berkah ini.
Hal ini patut kita syukuri sebab betapa banyak saudara-saudara kita yang diberi nikmat dengan sehatnya tubuh, kemampuan untuk melangkah ke masjid, tetapi karena tidak mendapatkan nikmat sehatnya ruhani dan kesadaran beragama, sebagian mereka merasa enggan atau tidak memiliki kemauan untuk menjalankan kewajiban agamanya.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين