Kiai Asrori adalah putra KH. Utsman.
Aktivitas thoriqoh dijalaninya sepeninggal ayahnya yang juga dikenal sebagai mursyid
thoriqoh. Thoriqoh yang dipimpin Kiai Asrori tak terkait dengan kekuatan
politik mana pun.
Seperti ditulis dalam disertasi (S3)
Machmud Sujuthi (mantan Kepala Kanwil Depag Jatim) yang diterbitkan tahun 2001,
pada buku berjudul ”Politik Tharekat”, disebutkan bahwa thoriqoh yang berpusat
di Kedinding Surabaya di bawah pimpinan KH Utsman tak berafiliasi dengan
kekuatan politik mana pun.
Dalam buku Machmud Sujuthi itu
dikatakan bahwa setelah KH Mustain Romli menyatakan merapat dan mendukung
Golkar pascapemilu 1971, terjadi pembelahan dunia thoriqoh di lingkungan
NU. Ada jamaah thoriqoh Rejoso yang berpusat di Pondok Darul Ulum Rejoso
Jombang, dengan tokoh utama KH Mustain Romli dan dekat dengan Golkar.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
ٱلْعَٰلَمِين
