Showing posts with label KH. Muhyiddin Abdusshomad. Show all posts
Showing posts with label KH. Muhyiddin Abdusshomad. Show all posts

Hujjah NU: Thariqah, Tawassul, Mencium Tangan Ulama, Hizib, dan Azimat

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Beberapa Persoalan:
1.  Mengikuti Thariqat
2.  Tawassul dengan Hamba Pilihan Allah SWT
3.  Mencium Tangan Ulama dan Guru
4.  Amalan, Hizib dan Azimat

1. Mengikuti Thariqat
Secara bahasa thariqat berarti jalan, cara, metode, sistem, madzhab, aliran dan haluan. Sedangkan dalam ilmu tashawwuf tariqat adalah perjalanan seseorang menuju Allah SWT dengan cara mensucikan diri. Syaikh Amin al-Kurdi mengatakan:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hujjah NU: Hadiah Pahala, Talqin, Ziarah Kubur, Tradisi Tahlilan

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Penghormatan Jenazah:
1.  Hadiah Pahala Untuk Ahli Kubur
2.  Talqin
3.  Ziarah Kubur
4.  Menyuguhkan Makanan Kepada Orang Yang Ta’ziah
5.  Tradisi Tahlilan
6.  Perjamuan Makanan dalam Acara Tahlilan
7.  Pelaksanaan Tahlil Selama Tujuh Hari

1. Hadiah Pahala Untuk Ahli Kubur
Ibnu Taimiyyah mengatakan dalam kitab Fatawa-nya, “Sesuai dengan kesepakatan para imam bahwa mayit dapat memperoleh manfaat dari semua ibadah, baik ibadah badaniyah seperti shalat, puasa, membaca al-Qur’an, ataupun ibadah maliyah seperti sedekah dan lain-lainnya. Hal yang sama juga berlaku untuk orang yang berdoa dan membaca istighfar untuk mayit.” (Hukm al-Syari’ah al-Islamiyah fi Ma’tam al-Arba’in, hal. 36).
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hujjah NU: Maulid Nabi, Membaca Shalawat, Mahallul Qiyam

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Menghormati Nabi SAW:
1.  Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
2.  Perintis Peringatan Maulid Muhammad SAW
3.  Membaca Shalawat kepada Nabi, Keluarga dan Sahabat Nabi SAW
4.  Mencintai Keluarga dan Sahabat Nabi SAW
5.  Mahallul-Qiyam (Berdiri Ketika Membaca Shalawat)

1. Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Sebagai seorang mukmin, pengungkapan rasa syukur dan kegembiraan atas nikmat yang diterima adalah suatu keharusan. Karena dengan itulah nikmat yang diterima akan terus ditambah oleh Allah SWT. Firman Allah SWT:
قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَ بِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا (يونس: 58)
“Katakanlah (Muhammad), sebab anugerah dan rahmat Allah (kepada kalian), maka bergembiralah mereka.” (QS. Yunus: 58).
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hujjah NU: Dzikir Keras, Dzikir Berjama'ah, Rakaat Tarawih, Qunut Shubuh

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Seputar Ritual Shalat:
1.  Dzikir dan Syair Sebelum Shalat Berjama’ah
2.  Mengeraskan Dzikir
3.  Bilangan Shalat Tarawih
4.  Qunut Shalat Shubuh
5.  Dzikir dengan Cara Berjama’ah

1. Dzikir dan Syair Sebelum Shalat Berjama’ah
Membaca dzikir dan syair sebelum pelaksanaan shalat jama’ah, adalah perbuatan yang boleh dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Kebolehan ini bisa ditinjau dari beberapa sisi.
Pertama, dari sisi dalil, membaca syair di dalam masjid bukan merupakan sesuatu yang dilarang oleh agama. Pada masa Rasulullah SAW, para sahabat juga membaca syair di masjid. Dalam sebuah hadits:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hujjah NU: Sistem Bermadzhab, Hadits Dhaif, Ijtihad, Taqlid, Talfiq

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Sistem Bermadzhab:
1.  Sumber Hukum Islam
2.  Masalah Hadits Dha‘if
3.  Pengertian Ijtihad
4.  Seputar Taqlid
5.  Madzhab
6.  Madzhab Qauli dan Manhaji
7.  Madzhab Imam al-Syafi’i
8.  Persoalan Talfiq

1. Sumber Hukum Islam
Dalam menyelesaikan persoalan hukum, golongan Ahlussunnah Wal-Jama’ah berpedoman kepada al-Qur’an dan hadits sebagai sumber utama, kemudian didukung dengan ijma’ dan qiyas. Empat dalil ini yang harus menjadi rujukan setiap Muslim dalam mengambil suatu keputusan hukum. Imam al-Syafi`i dalam kitabnya al-Risalah menegaskan:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hujjah NU: Pemahaman Ahlussunnah Wal Jama'ah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Pemahaman Aswaja:
1. Tiga Sendi Utama Ajaran Islam
2. Pengertian Aswaja
3. Karakter Tawassuth, Tawazun dan I’tidal
4. Perumus Ahlussunnah Wal-Jama’ah dalam Bidang Akidah
5. Wali Songo Penyebar Aswaja di Indonesia
6. Hadits tentang Perpecahan Umat Islam (Hadits al-Iftiraq)

1. Tiga Sendi Utama Ajaran Islam
Islam adalah agama Allah SWT yang diturunkan untuk seluruh manusia. Di dalamnya terdapat pedoman dan aturan demi kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.
Ada tiga hal yang menjadi sendi utama dalam agama Islam. Yakni Iman, Islam dan Ihsan. Dalam sebuah hadits diceritakan:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Hujjah NU: Seputar Persoalan Bid'ah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Seputar Persoalan Bid’ah:
1.  Pemahaman Bid’ah
2.  Hadits tentang Semua Bid’ah adalah Sesat

1.  Pemahaman Bid’ah
Al-Imam Sulthanul Ulama Abu Muhammad Izzuddin bin Abdissalam (577-660 H/1181-1262 M) mengatakan:
اَلْبِدْعَةُ فِعْلُ مَالَمْ يُعْهَدْ فِى عَصْرِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (قواعد الأحكام فى مصالح الأنام: جزء 2 ص 172)
“Bid‘ah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikenal (terjadi) pada masa Rasulullah SAW”. (Qawa’id al-Ahkam fi Mashalih al-Anam, juz II, hal. 172).
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين